Logo Mahakamdaily.com

Baharuddin Demmu Berkomitmen Sejahterakan Kaum Ibu

Baharuddin Demmu, anggota DPRD Kalimantan Timur menyematkan perhatiannya kepada kaum ibu, terutama yang menggerakkan Usaha Mikro Kecil Mengengah (UMKM).

Foto : Baharuddin Demmu, Anggota DPRD Kaltim, menyatakan siap membantu kaum ibu untuk mendapatkan bantuan. (MY/Mahakam Daily)

Mahakam Daily – Baharuddin Demmu, anggota DPRD Kalimantan Timur menyematkan perhatiannya kepada kaum ibu, terutama yang menggerakkan Usaha Mikro Kecil Mengengah (UMKM). Dirinya menyatakan sudah merealisasikan sejumlah usulan bantuan di berbagai wilayah di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Hal itu disampaikan Demmu saat menggelar Penyerapan Aspirasi (Reses) Masa Sidang I DPRD Kaltim di 16 titik di daerah pemilihnya, kabupaten Kukar.

Follow Instagram Bakul NNN
space iklan 300x300

Nike, seorang ibu rumah tangga ketika berpartisipasi dalam agenda reses di jalan Merdeka, Kecamatan Anggana, Kukar, Baharuddin Demmu, mengaku ingin mengajukan usulan untuk menyokong pegiat UMKM.

Di lingkungan ibu Nike, mereka mengolah beragam produk. Mulai dari kerajinan tangan manik, kemudian cemilan amplang, kue kering, dan sebagainya.

“Kalau mau minta bantuan itu, proposalnya ke mana, dan caranya bagaimana” tanya Nike, baru-baru ini.

Baharuddin Demmu, Anggota DPRD Kaltim, saat bertemu warga jalan Merdeka, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara dalam agenda Penyerapan Aspirasi Masa Sidang I Tahun 2024. (MY/Mahakam Daily)
Baharuddin Demmu, Anggota DPRD Kaltim, saat bertemu warga jalan Merdeka, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara dalam agenda Penyerapan Aspirasi Masa Sidang I Tahun 2024. (MY/Mahakam Daily)

Demmu menegaskan bantuan UMKM sangat bisa. Apalagi kalau persyaratannya sudah lengkap. Bantuan yang disalurkan akan menyesuaikan dengan rumah atau dinasnya, misalnya pelatihan dan penyaluran alat produksi. Demmu menjelaskan bahwa sementara ini belum ada rumah untuk bantuan modal.

Agar proses pengajuan bantuan pegiat UMKM berjalan mulus, yang utama ibu-ibu harus memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB). Bila ada sejumlah pegiat UMKM, maka sebaiknya disatukan dalam sebuah kelompok, sekaligus mengurus NIB kelompok.

“Kalau memang ibu ingin menseriusi UMKMnya, bisa juga nanti hubungi kami, biar kami hubungi kenalan untuk membantu memfasilitasi,” kata Demmu.

“Atau pak Rahman, kan sering ke kantor DPRD Kaltim, nanti ajak 3-4 orang ibu, nanti kami fasilitasi bikin NIB, tidak usah bayar, karena memang sistemnya gratis,” tambahnya.

Baharuddin Demmu saat bertemu kaum ibu pegiat UMKM dan Poklahsar di Desa Muara Pantuan, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara. (MY/Mahakam Daily)
Baharuddin Demmu saat bertemu kaum ibu pegiat UMKM dan Poklahsar di Desa Muara Pantuan, Kecamatan Anggana, Kutai Kartanegara. (MY/Mahakam Daily)

Selain bantuan untuk pegiat UMKM, ada juga untuk Pemberdayaan Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklasar). Demmu mengulas bantuan-bantuan, yang belum lama ini disalurkan kepada kelompok nelayan tani di Handil. Ia membeberkan ibu-ibu di sana mendapatkan bantuan beberapa jenis alat seperti Cool Box, Kulkas, dan ada pula kompor gas. Ada 6 jenis alat yang disalurkan ke masing-masing anggota kelompok.

“Nah mereka itu yang usahanya menggunakan bahan baku ikan,” tutur Demmu menerangkan manfaat bagi Poklasar. Namun jika ibu-ibu pengolah ikan tidak membentuk Poklasar juga masih memiliki kesempatan mendapat bantuan, tapi dengan kelompok UMKM.

Setali tiga uang, bahkan kelompok lainnya seperti Yasinan, Sanggar, dan seterusnya, yang memang tersedia rumah atau dinasnya. Dan terutama bisa melengkapi persyaratan, kemudian membuat proposal usulan. Pihaknya berkomitmen akan membantu.

“Saya harap ibu-ibu mempercayakan wakil rakyat yang benar-benar ingin membantu rakyatnya, terutama kaum ibu,” pungkas Demmu.

Space Reklame

Ikuti terbitan berita & artikel melalui Google News

Dalam operasi yang bermula dari laporan warga, harapan tumbuh di
Nilai-nilai kebangsaan diperkenalkan sebagai kunci mempertahankan persatuan di tengah tantangan
Anggota DPRD Kaltim Agus Suwandi memperkenalkan Perda Bantuan Hukum di
Mahyudin, mantan bupati Kutai Timur, kini dikenal sebagai senator atau
Kecelakaan-kecelakaan ini, yang terjadi di beberapa titik strategis di Samarinda,