Logo Mahakamdaily.com

SMPN 2 Tenggarong Jadi Percontohan Google Reference School

Foto : Guru SMP Negeri 2 Tenggarong saat mengikuti pelatihan GRS Level 1. (dok.SMP N 2 Tenggarong/Mahakam Daily)

Mahakam DailySMP Negeri 2 Tenggarong menjadi salah satu dari lima sekolah di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) yang terpilih sebagai sekolah percontohan Google Reference School (GRS).

Sekolah yang terpilih tersebut, mengembangkan pembelajaran berbasis teknologi informasi (IT) dengan menggunakan Chrome Book. Sebuah perangkat komputer yang menggunakan sistem operasi Chrome OS dari Google.

Follow Instagram Bakul NNN
space iklan 300x300

Perangkat tersebut bisa terhubung dengan internet dan berbagai aplikasi Google seperti Gmail, Google Drive, Google Classroom, dan seterusnya.

“Kami memfasilitasi anak-anak kami nanti berbasis crhome book, sementara hanya guru-guru yang diberi Chrome Book. Nah, untuk memfasilitasi itu guru sedang pelatihan,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMPN 2 Tenggarong, Nor’afni Herniwati, Sabtu (21/10/2023).

Nor’afni menjelaskan, program GRS merupakan kerjasama antara Google dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di era digital.

“Ini adalah program yang sangat bagus dan kami sangat antusias untuk mengikutinya,” ucapnya.

Untuk menjadi sekolah GRS, para guru harus mengikuti pelatihan dan tes level 1 yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kukar di gedung lantai 3 Tenggarong. Setelah itu, akan ada pelatihan dan tes level 2 serta 20 pertemuan lanjutan.

“10 pertemuan untuk persiapkan guru bagaimana memfasilitasi siswa, 10 pertemuan lagi gurunya sudah mahir dalam membuat aplikasi pembelajaran, baru ditransfer ke siswa bulan November,” paparnya.

Ia menambahkan, penerapan pembelajaran berbasis crhome book diharapkan bisa dilakukan pada tahun 2024. Saat ini, sekolah-sekolah percontohan sudah dilengkapi dengan papan tulis digital yang bisa terhubung dengan Chrome Book.

“Sebelum ditunjuk sekolah GRS kami sudah diberi papan tulis digital. Untuk sementara hanya 5 sekolah, nanti kalau berhasil ada 11 sekolah yang jadi model berikutnya,” tandasnya.

[adv]

Space Reklame