Logo Mahakamdaily.com

Luncurkan Program STD-B, Disbun Kukar Pastikan Mutu Kebun Sawit

Foto : Dinas Perkebunan (Disbun) Kutai Kartanegara (Kukar) pastikan peningkatan mutu Kebun Sawit. (ilustrasi). (IST)

Mahakam Daily – Dalam rangka meningkatkan mutu kebun sawit, Dinas Perkebunan (Disbun) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), meluncurkan Program Penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STD-B).

Sekretaris Disbun Kukar, Taufik Rahmani, menerangkan program tersebut bertujuan untuk melakukan pendataan lahan perkebunan masyarakat, dan memberikan kepastian Hak Pengelola Lahan (HPL).

Follow Instagram Bakul NNN
space iklan 300x300

Tak sampai di situ, Taufik Rahmani menjelaskan bahwa STD-B juga dibuat untuk mencatat informasi penting seperti kepemilikan lahan, luas lahan yang dimiliki, serta asal-usul benih yang digunakan dalam budidaya.

“Program STD-B adalah langkah konkret dalam proses sertifikasi kebun petani,” kata Taufik, Kamis (5/10/2023).

“Manfaat utama dari STD-B adalah memudahkan petani dalam memasarkan hasil kebun mereka. Dengan sertifikat ini, mereka juga dapat menjalin kerja sama dengan perusahaan-perusahaan di wilayah mereka,” jelasnya lagi.

Target penerbitan STD-B oleh Disbun Kukar tahun ini adalah sebanyak 200 petani. Hingga saat ini, lebih dari 352 petani di Muai telah menerima sertifikat tersebut. Taufik menekankan bahwa sertifikat STD-B menjadi bukti bahwa kebun petani menggunakan bibit unggul.

Proses pendataan masih berlangsung, lanjut Taufik, dengan fokus pada kebun rakyat yang tidak terlibat dalam Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Meskipun belum ada perhitungan pasti tentang luas hektar yang terlibat pada tahun 2023.

Ia menyebutkan di antaranya wilayah-wilayah seperti Muai, Kembang Janggut, Genting Tanah, Loa Sakoh, Muara Kaman Ilir, Bunga Jadi, dan Jonggon semuanya ikut serta dalam program ini.

Sementara itu, ia mengatakan wilayah sentra sawit yang difokuskan adalah Muara Kaman, Kenohan, Kembang Janggut, hingga Tabang. Dengan demikian, diharapkan program STD-B dapat membantu mengurangi penggunaan bibit palsu atau bibit yang tidak unggul di kalangan petani.

“Sambil juga memberikan dukungan dalam pendataan pendapatan dan penghasilan mereka,” pungkasnya.

[Adv]

Space Reklame