Mahakam Daily – Wawasan kebangsaan dan nilai-nilai Pancasila dinilai tak cukup hanya menjadi hafalan dalam ruang kelas atau seremoni upacara. Di tengah derasnya arus informasi dan meningkatnya polarisasi sosial, nilai kebangsaan justru perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.
Hal itu disampaikan anggota DPRD Kalimantan Timur, Agus Suwandy, saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah Provinsi Kalimantan Timur Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Wawasan Kebangsaan dan Pendidikan Pancasila. Dalam kegiatan tersebut, Agus Suwandy memaparkan pentingnya penguatan ideologi kebangsaan di tengah perubahan sosial yang cepat.
Menurutnya, Perda tersebut menjadi landasan penting agar masyarakat tetap memiliki pegangan terhadap nilai persatuan, toleransi, dan semangat gotong royong. Terlebih, perkembangan media sosial sering kali memunculkan perdebatan yang justru memperuncing perbedaan di tengah masyarakat.
“Pendidikan Pancasila bukan hanya tugas sekolah atau pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat,” kata Agus Suwandy, pada Jumat (22/5/2026).
“Karena itu, penyelenggaraan wawasan kebangsaan perlu diperkuat melalui lingkungan keluarga, komunitas, hingga ruang publik,” sambungnya.
Ia juga menilai generasi muda menjadi kelompok yang paling penting mendapat penguatan nilai kebangsaan. Sebab, mereka hidup dalam era digital yang memungkinkan informasi datang tanpa batas dan tanpa filter yang jelas.
Selain membahas isi perda, kegiatan sosialisasi itu juga diisi dengan dialog bersama masyarakat mengenai tantangan menjaga persatuan di tengah perbedaan pandangan politik, sosial, maupun budaya.
“Pancasila jangan hanya diucapkan saat upacara atau dihafal lima silanya saja. Yang lebih penting adalah bagaimana nilai itu dijalankan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari menghargai perbedaan sampai menjaga persatuan,” pungkasnya.