Mahakam Daily – Reses mungkin sudah lewat, tapi bagi Agus Suwandy, pekerjaan belum benar-benar selesai. Lewat forum bertajuk Besempakat, ia justru mengulik lagi hasil serap aspirasi warga untuk memastikan tidak berhenti sebagai catatan semata.
Kegiatan ini digelar Rabu (8/4/2026) di Jalan AW Syahranie Gang Kejaksaan, Samarinda Ulu. Suasananya santai, meski ini adalah forum resmi. Tapi jangan salah, yang dibahas justru hal-hal yang lebih konkret: kelanjutan dari aspirasi yang sebelumnya sudah disampaikan saat reses.
Besempakat sendiri merupakan format baru yang menggantikan Dialog Rakyat. Bedanya, forum ini tidak lagi sekadar menampung keluhan, melainkan mulai masuk ke tahap pembahasan tindak lanjut, mana yang bisa didorong, apa yang jadi prioritas, dan bagaimana prosesnya di tingkat kebijakan.
Agus Suwandy tampak tidak ingin kegiatan ini berubah jadi seremonial. Ia lebih banyak memberi ruang kepada warga untuk bicara, sekaligus mengarahkan diskusi agar tidak berputar di masalah yang sama tanpa solusi.
“Ini kita bahas kelanjutannya. Jadi bukan hanya mendengar lagi, tapi kita petakan apa yang bisa kita dorong,” ujar Agus.
Sejumlah isu kembali mencuat dalam diskusi. Mulai dari pelayanan publik, persoalan lingkungan, hingga kebutuhan infrastruktur dasar. Bedanya, kali ini warga datang dengan gambaran yang lebih jelas dan usulan yang lebih konkret.
Suasana cair membuat warga lebih leluasa menyampaikan pendapat. Tidak ada sekat, kritik pun mengalir tanpa beban—kadang diselingi humor, tapi tetap tepat sasaran.
Agus menilai, forum seperti ini penting agar fungsi wakil rakyat tidak berhenti di tahap menyerap aspirasi saja. “Yang terpenting adalah memastikan ada tindak lanjut yang jelas,” katanya.
Di akhir kegiatan, ia menegaskan komitmennya untuk mengawal hasil diskusi tersebut.
“Aspirasi ini tidak akan berhenti di sini, tapi kita dorong sampai ada realisasi,” tutupnya.