Mahakam Daily – Anggota DPRD Kalimantan Timur, Agus Suwandy, menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) ke-3 Nomor 9 Tahun 2023 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di kawasan Tanah Merah, Samarinda Utara.
Agenda yang biasanya identik dengan forum formal itu terasa lebih cair. Momen Lebaran Idulfitri dan halal bihalal membuat suasana jadi lebih santai, sehingga pesan yang disampaikan tidak terasa berjarak.
Dalam paparannya, Agus menegaskan bahwa pendidikan Pancasila tidak cukup berhenti pada tataran teori, melainkan harus hadir dalam sikap dan perilaku sehari-hari, terutama di tengah keberagaman.
“Nilai Pancasila itu bukan untuk dihafal saja, tapi harus dijalankan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, pada Jumat (27/3/2026) di Lapangan Golf Tanah Merah.
Ia menjelaskan, perbedaan latar belakang di tengah masyarakat merupakan realitas yang tidak bisa dihindari. Karena itu, sikap saling menghargai menjadi kunci agar perbedaan tidak berkembang menjadi konflik.
“Perbedaan itu pasti ada. Yang penting bagaimana kita saling menghargai dan menjaga kebersamaan,” katanya.
Selain itu, Agus juga menyoroti pentingnya etika dalam interaksi sehari-hari, termasuk di lingkungan kerja. Ia mengingatkan agar setiap individu menjaga sikap dan tidak melakukan tindakan yang merugikan orang lain.
“Setiap orang harus menjaga etika dalam berinteraksi, supaya lingkungan tetap aman dan nyaman,” tegasnya.
Tak hanya itu, ia menekankan bahwa kejujuran menjadi fondasi utama dalam menjaga kepercayaan di lingkungan sosial.
“Kepercayaan itu dibangun lama, jangan sampai rusak karena hal-hal kecil yang sebenarnya bisa dihindari,” ujarnya.
Sementara itu, akademisi Dadang Imam Ghozali yang turut hadir sebagai narasumber memberikan penekanan dari sisi konseptual.
Ia menjelaskan bahwa pendidikan Pancasila dan wawasan kebangsaan harus dipahami sebagai proses berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan seremonial.
Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan pada kurangnya pengetahuan masyarakat tentang Pancasila, melainkan pada konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Dadang juga menekankan bahwa wawasan kebangsaan tidak hanya berbicara soal konsep besar, tetapi juga menyentuh perilaku sederhana dalam interaksi sosial.
“Harapannya kita bisa terus menjaga kebersamaan dan saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari,” pungkasnya.