Logo Mahakamdaily.com

Disdikbud Kukar Dorong Warga Ikut Paket A, B, dan C untuk Tingkatkan IPM

Foto : Disdikbud Kukar Dorong Warga Ikut Paket A, B, dan C untuk Tingkatkan IPM

Mahakam Daily – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong warga untuk mengikuti program pendidikan kesetaraan paket A, B, dan C. Program ini bertujuan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di daerah tersebut.

Kepala Bidang Paud dan PNFI Disdikbud Kukar, Pujianto, mengatakan IPM merupakan gabungan dari beberapa indikator, di antaranya kesehatan dan pendidikan. Salah satu komponen pendidikan yang dihitung dalam IPM adalah rata-rata lama sekolah.

Follow Instagram Bakul NNN
space iklan 300x300

“Kalau dihitung rata-rata lama sekolah penduduk Kukar itu rata-rata semuanya baru lulus SMP, sekitar 9,33 tahun. Nah, kita ingin mendorong itu, karena yang dihitung rata-rata lama sekolah itu ijazah yang dimiliki warga,” kata Pujianto, Rabu (8/11/2023).

Pujianto menjelaskan, dengan mengikuti program paket A, B, dan C, warga yang tidak memiliki ijazah SD, SMP, atau SMA bisa mendapatkan sertifikat yang setara dan diakui. Hal ini akan berdampak positif pada peningkatan IPM di Kukar.

“Kita mendapat dua manfaat, pertama pengentasan kemiskinan, kedua meningkatkan IPM. Ijazah paket itu setara dan diakui,” ujarnya.

Menurut Pujianto, proses belajar mengajar dalam program paket A, B, dan C sangat fleksibel dan sesuai dengan kondisi warga. Warga bisa menyesuaikan jadwal, tempat, dan metode belajar dengan tutornya.

“Kalau mereka pekerja bisa diatur waktunya, itu semua sesuai kesepakatan. Bisa seminggu berapa kali, hari apa, jam berapa. Kalau tidak ada waktu sama sekali ada daring, ada sistem modul. Semua sudah kita siapkan,” katanya.

Dirinya menambahkan, jika ada kendala jarak antara lokasi lembaga belajar dengan kelompok belajar, tutornya yang akan mendatangi warga. Tutor yang direkrut berasal dari guru atau mahasiswa yang baru lulus.

Ia berharap, program paket A, B, dan C bisa menarik minat warga untuk meningkatkan kualitas pendidikannya. Ia menargetkan, hingga akhir tahun ini, ada 9 ribu warga yang mengikuti program tersebut.

“Sekarang sudah 7 ribu, mudah-mudahan target itu bisa tercapai. Kalau untuk semuanya selesai itu mustahil, tapi kalau mengurangi itu pasti,” tuturnya.
(Adv)

Space Reklame